Tehnik Evaluasi
Evaluasi sangat penting dalam pengembangan produk karena desainer tidak dapat berasumsi bahwa pengguna lain memiliki preferensi yang sama dengan mereka, dan bahkan mengikuti pedoman desain tidak menjamin kualitas yang sempurna. Evaluasi diperlukan untuk memastikan bahwa pengguna dapat menggunakan produk dengan baik dan menyukainya. Kepuasan pengguna terhadap suatu produk dapat dievaluasi melalui kuesioner atau wawancara. Evaluasi dapat dilakukan selama proses pembuatan produk (disebut formative evaluations) untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna , saat prototipe produk sudah jadi, atau setelah produk dipasarkan melalui pembaruan versi. Tujuan utama evaluasi adalah untuk mengukur fungsi sistem, melihat dampak antarmuka terhadap pengguna, dan mengidentifikasi masalah spesifik dalam sistem.
Ada empat paradigma evaluasi utama: "Quick and dirty" evaluation, Usability testing, Field studies, dan Predictive evaluation. "Quick and dirty" evaluation adalah umpan balik informal dari pengguna atau konsultan kepada desainer, yang menekankan masukan yang cepat dan singkat, serta dapat dilakukan di semua tahapan pembuatan produk. Usability testing, yang populer di tahun 1980-an, melibatkan pengukuran kinerja pengguna dalam menyelesaikan tugas, dengan metrik seperti jumlah kesalahan dan waktu yang dibutuhkan. Metode umum dalam Usability testing adalah observasi langsung, perekaman video , serta penggunaan kuesioner dan wawancara untuk mengukur kepuasan pengguna. Evaluasi ini sering dilakukan di laboratorium, baik dengan maupun tanpa perlakuan khusus kepada pengguna.
Field studies dilakukan di lingkungan kerja alami pengguna untuk memahami cara kerja mereka dan dampak teknologi. Teknik yang digunakan dalam Field studies meliputi wawancara , observasi , partisipasi pengguna dalam desain, dan etnografi. Predictive evaluation didasarkan pada pengalaman ahli untuk memprediksi masalah penggunaan produk. Keuntungan dari evaluasi ini adalah tidak memerlukan kehadiran pengguna, serta prosesnya relatif cepat, murah, dan disukai oleh perusahaan. Salah satu teknik evaluasi yang umum digunakan adalah Skala Likert, dengan ukuran skala bervariasi dari 4 hingga 7 poin, meskipun umumnya penelitian menggunakan 5 skala.
Komentar
Posting Komentar