Model Penggunaan (Kognitif)
Pemodelan kognitif adalah sebuah model yang dirancang untuk memahami cara kerja pengguna dan memprediksi bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan antarmuka. Model ini berhubungan dengan sistem interaktif dan memodelkan aspek pengguna seperti pemahaman, tujuan, dan pemrosesan. Representasinya bervariasi, mulai dari rencana dan pemecahan masalah tingkat tinggi hingga aksi motorik tingkat rendah seperti menekan tombol. Tiga jenis utama pemodelan kognitif meliputi Model Human Processor (MHP), GOMS (Goals, Operators, Methods, and Selections), dan Keystroke Level Model (KLM).
Model Human Processor (MHP), yang dikembangkan oleh Card, Moran, dan Newell pada tahun 1980-an, menganggap manusia sebagai sistem pemrosesan informasi. MHP terdiri dari memori dan pemrosesan, prinsip operasi, serta merupakan model diskrit dan berurutan. Setiap tahapan dalam MHP memiliki karakteristik waktu yang dapat ditambahkan untuk mendapatkan total waktu kerja. Sub-sistem dalam model kognitif meliputi persepsi, kognitif, dan motorik. Sistem persepsi memiliki banyak sensor dan memori pendukung, dengan memori visual dan audio menjadi yang terpenting. Sistem ini menunda output sensorik saat informasi sedang dikodekan.
Sistem kognitif menerima kode simbolik (informasi) dari penyimpanan citra sensorik ke dalam memori kerjanya. Kemudian, ia menggunakan informasi ini bersama dengan informasi yang telah tersimpan di memori jangka panjang untuk memutuskan aksi atau respons yang akan dilakukan. Sementara itu, sistem motorik memiliki prosesor dan memorinya sendiri. Isi memori kerja memicu aksi yang tersimpan dalam memori jangka panjang dan kemudian menjalankan respons yang sesuai.
GOMS adalah singkatan dari Goals (Tujuan), Operators (Operator), Methods (Metode), dan Selection Rules (Aturan Seleksi). Tujuan adalah status akhir yang ingin dicapai, yang kemudian diuraikan menjadi sub-tujuan. Operator adalah aksi pada tingkat paling rendah, yaitu tindakan dasar yang harus dilakukan pengguna dalam menggunakan sistem (misalnya, menekan tombol atau menyeret mouse). Metode adalah urutan operator untuk menyelesaikan suatu tujuan. Selection Rules adalah pilihan terhadap metode yang ada, yang umumnya bergantung pada pengguna dengan mempertimbangkan kebutuhan, kondisi sistem, dan detail tujuan. Analisis GOMS melibatkan dekomposisi tujuan tingkat tinggi menjadi unit tugas dan kemudian menjadi operator dasar, yang memerlukan pemahaman mendalam tentang strategi pemecahan masalah pengguna dan domain aplikasi.
Keystroke Level Model (KLM) dirancang untuk unit tugas dalam interaksi yang sederhana dan tidak lebih dari 20 detik, seperti perintah pencarian dan penggantian atau mengubah jenis huruf. KLM mengasumsikan bahwa tugas kompleks telah dipecah menjadi tugas yang lebih sederhana (seperti dalam GOMS) sebelum pengguna mencoba memodelkannya. Model KLM terdiri dari beberapa operator, termasuk: K (keystroke/penekanan tombol keyboard), B (penekanan tombol mouse), P (pointing/menggerakkan mouse ke lokasi target), H (homing/perpindahan tangan dari mouse ke keyboard), D (drawing/menggambar garis dengan mouse), M (mental/persiapan pikiran untuk aksi fisik), dan R (system response/respons sistem yang dapat diabaikan jika pengguna tidak perlu menunggu). Setiap operator ini memiliki perkiraan waktu eksekusi yang dapat digunakan untuk menghitung total waktu eksekusi suatu tugas.
Komentar
Posting Komentar