Ragam Dialog
Dalam perancangan antarmuka pengguna, "dialog" merujuk pada struktur percakapan antara pengguna dan sistem komputer, yang merupakan level sintaksis dari interaksi manusia-komputer. Notasi dialog bisa bersifat diagramatik, yang mudah dibaca, atau tekstual, yang memfasilitasi analisis formal. Dialog berkaitan dengan semantik sistem (apa yang dilakukan sistem) dan presentasi (bagaimana sistem ditampilkan). Deskripsi formal dialog memungkinkan analisis untuk mendeteksi aksi yang tidak konsisten, aksi yang sulit dikembalikan, item yang hilang, dan kesalahan penekanan tombol. Bahasa komputer dibagi menjadi tiga tingkatan: leksikal (bentuk ikon atau tombol yang ditekan), sintaksis (urutan dan struktur input/output), dan semantik (arti percakapan terkait dampak pada data internal komputer atau dunia eksternal). Meskipun dialog umumnya disamakan dengan tingkat sintaksis dalam antarmuka pengguna, batasan antara leksikal dan sintaksis seringkali tidak jelas.
Desain dialog melibatkan beberapa pertimbangan penting. Rangkaian dialog harus menggambarkan struktur tugas. Selain itu, ada rangkaian dialog tambahan untuk dukungan pengguna seperti sistem bantuan atau subsistem tutorial. Rangkaian dialog juga harus diurutkan sesuai dengan struktur tugas. Prinsip utama dalam desain dialog adalah membagi sistem menjadi beberapa bagian yang disebut modul. Mendeskripsikan dialog secara terpisah dari program keseluruhan memiliki beberapa alasan, yaitu untuk kemudahan analisis, pemisahan elemen antarmuka dari logika program, dan memungkinkan desainer menganalisis struktur dialog yang diusulkan atau mengujinya dengan alat prototipe sebelum program dibuat. Notasi dialog juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar anggota tim perancangan dan dapat diberikan kepada programmer aplikasi.
Notasi diagramatik adalah bentuk yang paling sering digunakan dalam desain dialog karena memungkinkan desainer melihat struktur dialog secara sekilas, meskipun sulit untuk menjelaskan struktur dialog yang lebih luas dan kompleks. Beberapa bentuk notasi diagramatik meliputi State Transition Network (STN), Hierarchical State Transition Networks, Harel’s State Charts, Flowcharts, dan JSD Diagrams. STN menggunakan lingkaran untuk menggambarkan "state" sistem dan panah untuk transisi yang disebabkan oleh tindakan pengguna dan respons sistem. STN dapat merepresentasikan urutan aksi pengguna dan respons sistem, pilihan yang dapat dibuat pengguna, dan iterasi aksi.
Hierarchical State Transition Network mirip dengan STN, tetapi menambahkan gabungan state (composite state) yang digambarkan dengan persegi panjang berisi struktur STN berukuran kecil. Setiap persegi panjang ini mewakili submenu yang dapat dispesifikasikan lebih rinci pada STN terpisah. Penggunaan hierarki ini memungkinkan model digunakan untuk sistem yang lebih besar tanpa mengubah notasi dasar STN. Harel’s State Charts, yang juga termasuk dalam kelompok STN, dirancang untuk menspesifikasikan sistem reaktif yang kompleks dan mampu mengakomodasi masalah seperti konkurensi dan "escape". Flowchart adalah notasi diagramatik yang paling sering digunakan dan mudah dimengerti untuk dialog sederhana. Namun, kotak pada flowchart merepresentasikan proses atau keputusan, berbeda dengan state pada STN, dan lebih mencerminkan sudut pandang programmer dibandingkan pengguna. JSD Diagrams (Jackson Structured Design) cocok untuk sistem informasi berbasis menu yang sederhana dan terbatas.
Notasi dialog tekstual menggunakan format tata bahasa (grammars), seperti BNF (Backus-Naur Form) dan regular expression, untuk menggambarkan dialog komputer yang memiliki sifat linguistik. Terdapat tiga karakteristik dialog terkait aksi pengguna: kelengkapan (completeness), deterministik (determinism), dan konsistensi (consistency). Kelengkapan berarti desainer harus mengantisipasi perilaku sistem pada kondisi yang tidak diperkirakan atau khusus. Deterministik memastikan bahwa state berikutnya ditentukan dengan jelas, bahkan jika ada beberapa pilihan, yang dipilih adalah yang memiliki prioritas lebih tinggi. Konsistensi mengharapkan aksi yang sama pada situasi yang berbeda akan menghasilkan hal yang sama. Contohnya, tombol 'tab' yang biasanya menggeser kursor 8 karakter ke kanan, namun pada kotak dialog dapat menggeser kursor ke kotak dialog berikutnya, menunjukkan inkonsistensi yang perlu dihindari.
Komentar
Posting Komentar